JAKARTA - Universitas
Hasanuddin (Unhas) mengungkap bahwa Kristia Budiyarto, seorang Komisaris PT
Pelni yang dikenal sebagai buzzer Presiden Joko Widodo, tidak tercatat sebagai
alumnus universitas tersebut.
Kristia, yang aktif di media sosial dengan akun @kangdede78, diangkat
menjadi Komisaris PT Pelni melalui Surat Keputusan Kementerian BUMN Nomor
SK-354/MBU/11/2020. Di situs resmi PT Pelni, tercatat ia adalah lulusan
Fakultas Ilmu Komunikasi Unhas. Namun, berdasarkan data Pangkalan Data
Pendidikan Tinggi, tidak ditemukan nama Kristia Budiyarto sebagai alumnus
Unhas.
Direktur Kemahasiswaan dan Penyiapan Karier Unhas, Abdullah Sanusi,
menegaskan bahwa Kristia tidak pernah terdaftar sebagai mahasiswa Unhas. Ia
juga menjelaskan bahwa Unhas tidak memiliki Fakultas Ilmu Komunikasi, melainkan
Program Studi Ilmu Komunikasi yang berada di bawah Fakultas Ilmu Sosial dan
Politik.
Media Tempo mencoba
menghubungi Kristia untuk konfirmasi, namun tidak mendapatkan respons. Sumber
di PT Pelni menyebutkan bahwa verifikasi riwayat pendidikan Kristia tidak
dilakukan karena pengangkatan komisaris merupakan wewenang Kementerian BUMN.
Manajer Komunikasi Korporasi PT Pelni, Ditto Pappilanda, enggan berkomentar
lebih jauh, hanya menyatakan bahwa penunjukan komisaris dilakukan oleh
Kementerian BUMN berdasarkan asas profesionalitas dan integritas.
Kristia sebelumnya dikenal aktif mengampanyekan dukungan kepada
Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019, sering menggunakan tagar seperti
#Albantani. Namun, cuitannya kerap menimbulkan kontroversi, seperti ketika ia
memplesetkan istilah khilafah menjadi "khilaf*ck".
Saat ini, ia masih aktif mendukung pemerintah, termasuk Presiden Prabowo
Subianto yang menggantikan Jokowi sejak akhir 2024.
Sumber: Media