Category 4

Buzzer Jokowi, Kristia Budiyarto Bukan Alumnus Universitas Hasanuddin Plesetkan Khilafah Menjadi "Khilafuck"

redaksi
18 Januari 2025, 21:43 WIB Last Updated 2025-01-19T05:43:24Z
Pasang iklan, promosi atau dukungan, hubungi: redaksi@berita62.my.id
Pasang iklan, promosi atau dukungan, hubungi: redaksi@berita62.my.id


JAKARTA - Universitas Hasanuddin (Unhas) mengungkap bahwa Kristia Budiyarto, seorang Komisaris PT Pelni yang dikenal sebagai buzzer Presiden Joko Widodo, tidak tercatat sebagai alumnus universitas tersebut.

 

Kristia, yang aktif di media sosial dengan akun @kangdede78, diangkat menjadi Komisaris PT Pelni melalui Surat Keputusan Kementerian BUMN Nomor SK-354/MBU/11/2020. Di situs resmi PT Pelni, tercatat ia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Unhas. Namun, berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi, tidak ditemukan nama Kristia Budiyarto sebagai alumnus Unhas.

 

Direktur Kemahasiswaan dan Penyiapan Karier Unhas, Abdullah Sanusi, menegaskan bahwa Kristia tidak pernah terdaftar sebagai mahasiswa Unhas. Ia juga menjelaskan bahwa Unhas tidak memiliki Fakultas Ilmu Komunikasi, melainkan Program Studi Ilmu Komunikasi yang berada di bawah Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.

 

Media Tempo mencoba menghubungi Kristia untuk konfirmasi, namun tidak mendapatkan respons. Sumber di PT Pelni menyebutkan bahwa verifikasi riwayat pendidikan Kristia tidak dilakukan karena pengangkatan komisaris merupakan wewenang Kementerian BUMN.

 

Manajer Komunikasi Korporasi PT Pelni, Ditto Pappilanda, enggan berkomentar lebih jauh, hanya menyatakan bahwa penunjukan komisaris dilakukan oleh Kementerian BUMN berdasarkan asas profesionalitas dan integritas.

 

Kristia sebelumnya dikenal aktif mengampanyekan dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019, sering menggunakan tagar seperti #Albantani. Namun, cuitannya kerap menimbulkan kontroversi, seperti ketika ia memplesetkan istilah khilafah menjadi "khilaf*ck".

 

Saat ini, ia masih aktif mendukung pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto yang menggantikan Jokowi sejak akhir 2024.


Sumber: Media

 

Komentar

Tampilkan

Terkini