Category 4

Pengamat Kebijakan Publik: Presiden Harus Cepat Ambil Langkah Strategis

redaksi
29 Agustus 2025, 02:01 WIB Last Updated 2025-08-29T09:01:34Z
Pasang iklan, promosi atau dukungan, hubungi: redaksi@berita62.my.id
Pasang iklan, promosi atau dukungan, hubungi: redaksi@berita62.my.id

 

JAKARTA - Ribuan buruh turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa yang terpusat di depan Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, pada Kamis, 28 Agustus. Dalam aksinya, para buruh menuntut dihapusnya sistem outsourcing dan sejumlah kebijakan lain yang dianggap merugikan mereka. Gelombang protes ini tak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga meluas ke 37 provinsi di seluruh Indonesia.

 

Awalnya, aksi berlangsung tertib. Namun, situasi berubah tragis ketika sebuah kendaraan taktis Brimob melindas seorang pengemudi ojek online hingga meninggal dunia pada malam harinya, saat massa mulai mengambil alih jalannya demonstrasi. Peristiwa ini memicu duka mendalam dan kritik keras terhadap cara pengamanan. Istana Kepresidenan bersama pihak kepolisian pun segera menyampaikan permintaan maaf.

 

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai Presiden Prabowo harus segera mengambil langkah strategis menanggapi insiden ini. Menurutnya, Presiden perlu memanggil Kepala BIN, Muhamad Herindra, untuk meminta penjelasan terkait kronologi pengamanan. Selain itu, PPATK juga bisa dilibatkan untuk menelusuri aliran dana yang mungkin menjadi sumber pendanaan aksi.

 

Jerry menambahkan, ia khawatir demonstrasi ini tidak murni melainkan sarat kepentingan politik, termasuk upaya untuk melengserkan Presiden Prabowo. “Jika hal itu terjadi dan posisi kepemimpinan akan otomatis diambil alih oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka maka hal ini akan menimbulkan persoalan baru,” ujarnya Jumat (29/8/2025).

Lebih jauh, Jerry mencurigai adanya keterlibatan mafia BBM dalam kericuhan, bahkan mungkin aktor asing, meski ada pandangan lain yang menolak anggapan campur tangan Amerika Serikat.

 

Pada akhirnya, ia menekankan pentingnya dialog sebagai jalan keluar untuk meredakan perbedaan. Menurut Jerry, komunikasi yang sehat dan terbuka jauh lebih baik ketimbang saling berhadap-hadapan di jalan. Ia pun mengingatkan bahwa lawan politik sulit benar-benar berubah menjadi kawan, karena permusuhan cenderung muncul kembali sewaktu-waktu.
Komentar

Tampilkan

Terkini